Assalamu'alaikum. WR. WB.

Rabu, 17 Maret 2010

Organisasi Sekolah, Struktur Organisasi, dan Job Description

Tugas Kelompok

ORGANISASI SEKOLAH,
STRUKTUR SEKOLAH, dan JOB DESCRIPTION

Di buat untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Administrasi Pendidikan
Dosen Pembina : Dr. Tutut Sholikah, M. Pd







Oleh:
Kelompok II
FAJRI
SITI SARAH
NOORHIDAYAH
ABDUR RAHMAN
M.TRI RAMADHANI
SUROTO EDI PRAMONO


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PAI
TAHUN 2009M/1430H

Kata Pengantar

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena penyusunan makalah ini dapat diselesaikan, yang mana makalah ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaraan dan sebagai wahana ilmu pengetahuan.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat serta pengikutnya yang kita nantikan safa’atnya di yaumul akhir nanti.
Makalah ini disusun sesuai dengan silaby mata kuliah administrasi pendidikan. Dalam makalah ini, kami membahas tentang hakekat pengertian organisasi sekolah, menganalisis dan membuat contoh struktur organisasi sekolah, menganalisis dan membuat job deskription.
Kiranya penulis mengakui bahwa penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu kami mengharapkan saran dan masukan yang sifatnya membangun dari Dosen pembina mata kuliah dan teman–teman semuanya. Hal ini demi kesempurnaan makalah ini dan makalah dimasa yang akan datang. Atas sarannya kami ucapkan terima kasih.


Palangkaraya, Oktober 2009

Tim Penulis




DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................i
Kata Pengantar....................................................................................ii
Daftar Isi.............................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................ 1
B. Rumusan Masalah.................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan..................................................................... 1
BAB II
ORGANISASI SEKOLAH, STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH,
dan JOB DESCRIPTION
A Organisasi Sekolah..........................…......…..………………... 3
B. Struktur Organisasi Sekolah....................................………….. 6
C. Job Description.......................................................................... 8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................. 10
B. Saran........................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara teoritis, organisasi sekolah dalam menyelenggarakan programnya terlebih dahulu menyusun tujuan dengan baik yang penerapannya dilakukan secara efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar (PBM). Keefektifan organisasi sekolah tergantung pada rancangan organisasi dan pelaksanaan fungsi komponen organisasi yang meliputi proses pengelolaan informasi, partisipasi, pelaksanaan tugas pokok organisasi, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian.
Keberhasilan dari suatu tujuan organisasi sekolah sangat tergantung kepada pimpinannya. Dalam hal ini sebagai pimpinan sekolah adalah seorang kepala sekolah. Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari seorang kepala sekolah tidak mungkin dapat bekerja sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu seorang kepala sekolah harus mampu menjalankan fungsinya sebagai seorang pimmpinan sebuah organisasi.
Didalam sebuah organisasi sekolah terdapat berbagai macam kendala yang dihadapi oleh seorang kepala sekolah dan anggotanya. Kendala-kendala tersebut jika tidak segera diatasi sudah tentu akan menghambat tujuan dari organisasi sekolah tersebut yaitu terwujudnya pendidikan yang berkualitas, baik dari pendidik maupun anak didiknya. Berawal dari uraian diatas maka penulis mencoba akan membahas kembali tentang pengertian organisasi sekolah, menganalisa dan memberikan contoh tentang struktur organisasi sekolah serta sedikit tentang job description tentang sekolah.







B. Rumusan Masalah
Ada beberapa hal penting yang penulis rumuskan untuk mempermudah pembahasan makalah ini dengan maksud agar pembahasan isi makalah ini sesuai dengan intinya. Adapun rumusan makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud hakekat organisasi sekolah.
2. Bagaimana menganalisa dan membuat struktur organisasi sekolah.
3. Bagaimana menganalisa dan membuat job description.

C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah kami adalah :
1. Untuk megetahui hakekat organisasi sekolah.
2. Untuk mengetahui cara menganalisa dan membuat struktur organisasi sekolah.
3. Untuk mengtahi cara menganalisa dan membuat job description.












BAB II
ORGANISASI SEKOLAH,
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH, dan JOB DESCRIPTION

A. Organisasi Sekolah
1. Pentingnya Organisasi Sekolah
Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam / penempatan orang-orang dalam satu kelompok kerjasama, dengan maksud menmpatkan masing-masing. Penentuan struktur, hubungan tugas dan tanggung jawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju kepada tercapainya tujuan bersama.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat kepala sekolah, guru-guru, pegawai tata usaha, dsb., dan murid-murid, memerlukan adanya organisasi yang baik agar jalannya sekolah itu lancar menuju kepada tujuannya.
Menurut sistem persekolahan dinegara kita pada umumnya kepala sekolah merupakan jabatan yang tertinggi disekolah itu sehingga dengan demikian kepala sekolah memegang peranan dan dan pimpinan segala sesuatunya yang berhubungan dengan tugas sekolah kedalam maupun keluar. Maka dari itu, dalam struktur organisasi sekolah pun kepala sekolah biasanya didudukkan ditempat paling atas.
Faktor lain yamg menyebabkan perlunya organisasi sekolah yang baik adalah karena tugas-tugas guru tidak hanya mengajar saja; juga pegawai-pegawai tata usaha, pesuruh dan penjaga sekolah, dll. Semuanya harus bertanggung jawab dan diikutsertakan dalam menjalankan roda sekolah itu secara keseluruhan. Dengan demikian agar jangan terjadi overlapping (tabrakan) dalam memegang atau menjalankan tugasnya masing-masing, diperlukan organisasi sekolah yang baik dan teratur.
Dengan organisasi sekolah yang baik dimaksudkan agar pembagian tugas dan tanggung jawab dapat merata kepada semua orang sesuai dengan kecakapan dan fungsinya masing-masing. Tiap orang mengerti dan menyadari tugasnya dan tempatnya dalam struktur organisasi itu. Dengan demikian, dapat dihindari pula adanya tindakan yang sewenang-wenang atau otoriter dari kepala sekolah, dan sebaliknya dapat diciptakan adanya suasana yang demokratis didalam menjalankan roda sekolah itu.

2. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun organisasi Sekolah
Sebenarnya pedoman untuk menyusun organisasi sekolah yang baik tidak mudah ditentukan. Perbedaan sekolah yang satu dengan yang lainnya adalah salah satu penyebab kesulitan itu. Tetapi adalah sangat mungkin apabila sekolah yang sejenis mempunyai organisasi yang sama atau seragam dalam hal struktur atau susunannya.
Dibawah ini adalah beberapa faktor yang mempengarihi perbedaan organisasi sekolah:
a. Tingkat Sekolah
Kita ketahui bahwa berdasar tingkatannya sekolah-sekolah yang ada dinegara kita ini dapat dibedakan atas Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dan Perguruan Tinggi.
b. Jenis Sekolah
Berdasarkan jenis sekolah kita membedakan ada sekolah umum dan sekolah jurusan. Sekolah umum adalah sekolah-sekolah yang progam pendidikannya bersifat umum dan bertujuan terutama untuk memberikan bekal pengetahuan dan kecakapan untuk melanjutka studi ketingkat yang lebih tinggi lagi. Sedangkan yang dimaksud sekolah kejuruan adalah sekolah-sekolah yang progam pendidikannya mengarah pada pemberian bekal kecakapan atau keterampilan khusus agar setelah selesai studinya anak didik dapat langsung memasuki dunia kerja.
c. Besar Kecilnya Sekolah
Sekolah yang besar tentu memiliki jumlah murid, jumlah kelas, jumlah tenaga guru dan karyawan serta fasilitas yang memadai. Sekolah yang kecil adalah sekolah yang cukup memenuhi syarat minimal dari ketentuan yang berlaku.
d. Letak dan Lingkungan Sekolah
Berdasar letak dan lingkungannya, sekolah-sekolah kita diseluruh tanah air ini dengan menunjukkanperbedaan situasi, kondisi dan sifat-sifat lingkungannya. Letak sebuah Sekolah Dasar yang ada didaerah pedesaan akan mempengaruhi kegiatan sekolah tersebut berbeda dengan Sekolah Dasar yang ada dikota.
Secara teoritis, organisasi sekolah dalam menyelenggarakan programnya terlebih dahulu menyusun tujuan dengan baik yang penerapannya dilakukan secara efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar (PBM). Keefektifan organisasi sekolah tergantung pada rancangan organisasi dan pelaksanaan fungsi komponen organisasi yang meliputi proses pengelolaan informasi, partisipasi, pelaksanaan tugas pokok organisasi, perencanaan, pengorganisasian penggerakan dan pengendalian.
Kepala sekolah memiliki peranan yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah dituntut mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.
Tentang sekolah efektif menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sedemikian penting untuk menjadikan sebuah sekolah pada tingkatan yang efektif. Asumsinya adalah bahwa sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah yang baik, artinya kemampuan profesional kepala sekolah dan kemauannya untuk bekerja keras dalam memberdayakan seluruh potensi sumber daya sekolah menjadi jaminan keberhasilan sebuah sekolah. Untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan pekerjaannya dan dapat mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekolah maka kepala sekolah harus memahami perannya.




B. Struktur Organisasi Sekolah
Struktur Organisasi sekolah adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi)
Berikut ini adalah pembagian tugas dan contoh sebuah struktur organisasi sekolah disebuah Sekolah Menengah Atas. Struktur ini disusun sedemikian rupa berdasarkan tujuan organisasi (kelembagaan) yang berfokus pada visi sekolah mencapai tujuan pendidikan nasional.
1. Pembagian Tugas
Kepala Sekolah: bertugas memimpin dan mengkoordinasikan semua pelaksanaan rencana kerja harian, mingguan, bulanan catur wulan dan tahunan. Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan pejabat-pejabat resmi setempat dalam usaha pembinaan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, bertugas membuat perencanaan dan mengkoordinasikan pembagian tugas guru-guru per catur wulan, merekap daya serap dan target pencapaian kurikulum per catur wulan dan per tahun pelajaran, serta segala kegiatan yang berhubungan dengan urusan kurikulum dan pengajaran bidang intra-kurikuler.
Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, bertugas membuat perencanaan penerimaan siswa baru kelas I, mutasi siswa kelas II dan III dan pendaftaran ulang siswa. Membina dan membimbing OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan mengkoordinasikan semua yang berkaitan dengan kegiatan siswa di bidang ekstra-kurikuler.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan, bertugas mengkoordinasikan segala kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang-barang inventaris/non inventaris baik fisik maupun non-fisik milik sekolah.
Kepala Tata Usaha, bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan administrasi sekolah, meliputi penyusunan program tahunan, kepegawaian, keuangan, pelaporan, inventaris dan kesiswaan.
2. Struktur Organisasi


C. Job Description
Job description (uraian pekerjaan) merupakan dokumen formal organisasi yang berisi ringkasan informasi penting mengenai suatu jabatan untuk memudahkan dalam membedakan pekerjaan yang satu dengan yang lain dalam suatu organisasi. Uraian pekerjaan tersebut disusun dalam suatu format yang terstruktur sehingga informasi mudah dipahami oleh setiap pihak yang berkaitan di dalam organisasi. Pada hakikatnya, uraian pekerjaan merupakan bahan baku dasar dalam pengelolaan SDM di organisasi, dimana suatu pekerjaan dijelaskan dan diberikan batasan.
Informasi dasar dan penting mengenai jabatan ini diperlukan oleh banyak pihak, mulai dari pemegang jabatan (agar ia mengerti apa yang dituntut dari jabatan tersebut), perekrut (agar mengerti orang seperti apa yang sesuai untuk mengisinya), atasan (supaya memahami apa yang ia tuntut dari pekerjaan bawahannya dan menjadi dasar yang objektif untuk mengkomunikasikan ekspektasi organisasi terhadap bawahannya, serta dasar untuk pengukuran kinerja), hingga bagi pengelola pelatihan (agar mengerti kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh setiap pemegang jabatan). Penyusunan uraian jabatan harus dilakukan dengan baik agar mudah dimengerti. Untuk itulah diperlukan suatu proses yang terstruktur pula,yangdikenaldengananalisisjabatan.
Analisa jabatan adalah sebuah proses untuk memahami suatu jabatan dan kemudian menyadurnya ke dalam format yang memungkinkan orang lain untuk mengerti tentang jabatan tersebut. Ada 3 tahap penting dalam proses analisis jabatan, yaitu (1) mengumpulkan informasi, (2) menganalisis dan mengelola informasi jabatan, dan (3) menyusun informasi jabatan dalam suatu format yang baku. Analisis jabatan yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan uraian jabatan yang baik pula, dan kemudian dapat dijadikan bahan baku yang baik untuk proses pengelolaan SDM yang lain (evaluasi jabatan, rekrutmen dan seleksi, manajemen kinerja, penyusunan kompetensi, pelatihan). Ada sejumlah prinsip penting yang harus dipegang dalam melakukan proses analisis jabatan.
Pertama, proses analisis dilakukan untuk memahami apa tanggung jawab setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian hasil atau tujuan organisasi. Dengan analisis ini, maka nantinya uraian jabatan akan menjadi daftar tanggung jawab, bukan daftar tugas atau aktivitas.
Kedua, yang dianalisis adalah jabatan, bukan pemegang jabatan yang saat ini kebetulan sedang memangku jabatan tersebut. Ini penting untuk menghindari kebiasaan kita menganalisis jabatan berdasarkan kemampuan, kinerja, gaya atau metoda kerja dari pemegang jabatan saat ini. Yang perlu kita analisis adalah standar desain jabatan tersebut berdasarkan struktur organisasi yang ada saat ini.
Ketiga, kondisi jabatan yang dianalisis dan akan dituangkan dalam uraian jabatan adalah kondisi jabatan saat ini berdasarkan fakta yang ada sesuai rancangan strategi dan struktur organisasi.
Prinsip-prinsip ini penting untuk dipahami karena sering terjadi di banyak organisasi, uraian jabatan dibuat berdasarkan “selera” masing-masing atasan, atau bahkan diserahkan untuk dibuat oleh pemegang jabatan. Ini membuat tidak adanya standar batasan jabatan yang sebenarnya diinginkan oleh organisasi. Jika hal ini terjadi, maka akan mudah untuk diperkirakan munculnya banyak masalah mengenai tumpang-tindih tanggung jawab antar jabatan, atau rangkap-merangkap tanggung jawab oleh karena ada beberapa tanggung jawab yang ternyata tidak tercakup di jabatan apapun. Juga akan dapat terjadi adanya jabatan yang beban tanggung jawabnya sangat besar/luas, sementara jabatan lain terlihat sangat sempit dan ringan, sehingga tidak ada perimbangan cakupan pekerjaan, yang dapat menimbulkan banyak masalah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam job description (uraian pekerjaan) diantaranya sebagai berikut :
1. Perumusan fungsi, tugas atau kegiatan yang jelas dan tegas.
2. Penempatan orang secara tepat yaitu atas dasar pertimbangan yang obyektif.
3. Kejelasan dan ketegasan wewenang dan tanggung jawab.
4. Kejelasan pertanggung jawaban dari masing-masing anggota seperti laporan kegiatan, keuangan dll.
5. Membebaskan pucuk pimpinan (top management)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian panjang makalah diatas penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan organisasi sekolah adalah tingkat sekolah, jenis sekolah, besar kecilnya sekolah, dan letak lingkungan sekolah.
2. Struktur Organisasi sekolah adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
3. Job description (uraian pekerjaan) merupakan dokumen formal organisasi yang berisi ringkasan informasi penting mengenai suatu jabatan untuk memudahkan dalam membedakan pekerjaan yang satu dengan yang lain dalam suatu organisasi. Uraian pekerjaan tersebut disusun dalam suatu format yang terstruktur sehingga informasi mudah dipahami oleh setiap pihak yang berkaitan di dalam organisasi. Pada hakikatnya, uraian pekerjaan merupakan bahan baku dasar dalam pengelolaan SDM di organisasi, dimana suatu pekerjaan dijelaskan dan diberikan batasan.

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih banyak kesalahan dan kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharap saran, pendapat, dan masukan serta pemikiran yang dapat dijadikan bahan perbaikan demi sempurnanya makalah ini dan makalah- makalah selanjutnya. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberi petunjuk bagi kita semua. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini